(022) 6079822 admin@herpesgenital.biz

Penyakit herpes pada ibu hamil merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus herpes. Virus herpes ada dua, yaitu herpes zoster dan herpes simpleks. Kedua jenis virus ini seringkali memiliki efek yang sama pada kulit. Yang berbeda hanyalah daerah penyebarannya.

Herpes berasal dari bahasa Yunani yang artinya merayap. Virus herpes memiliki karakteristik bergerak dari satu saraf kecil ke saraf kecil dengan cara merayap. Pergerakannya akan berakhir ketika virus-virus tersebut sampai di kumpulan saraf.

Penyakit herpes masuk dalam kelompok penyakit TORCH. TORCH merupakan sebutan atau akronim dari kelompok penyakit yang dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan janin, karena itu penyakit herpes pada ibu hamil sangatlah berbahaya. Penyakit TORCH sendiri terdiri dari:

1. Toxoplasmosis

2. Other (seperti syphilis, varicella, mumps, parvovirus dan HIV)

3. Rubella

4. Cytomegalovirus

5. Herpes simpleks

TORCH kadang disebut dengan STORCH atau TORCHES. Adapun penyebabnya bisa virus, bakteri, maupun protozoa. Kelompok penyakit ini memiliki beragam akibat, yang paling umum adalah kelainan janin, keguguran, hingga penularan pada bayi.

Tipe Herpes Simplex dan Penularannya

Pada pengkajian lebih lanjut, penyakit herpes dibagi menjadi dua tipe yakni Herpes Simplex Tipe 1 (HSV-1) dan Herpes Simplex Tipe 2 (HSV-2).

HSV-1 menyerang mulut dan bibir, berupa cold sore yakni semacam lepuhan-lepuhan kecil yang kadang nampak seperti jerawat dengan warna kemerahan. Herpes tipe ini bisa ditularkan dari organ genital ke mulut melalui hubungan seks oral (lewat mulut).

HSV-2 menyerang organ genital. Penularannya juga terjadi terjadi lewat kontak kulit antar organ genital maupun dari organ genital ke mulut melalui seks oral. Penularan ini karena dalam seks oral maupun intercourse (memasukkan Mr. P ke Mrs. V) terjadi pertukaran cairan.

Jika seseorang terinfeksi virus herpes, akan dengan mudah menularkan penyakit ini kepada siapapun yang menjalin kontak dengannya.

Gejala Penyakit Herpes Pada Ibu Hamil

Gejala herpes berbeda antara satu penderita dengan yang lainnya. Pasalnya, penyakit ini tidak selalu terekspresi, dalam artian adakalanya virus aktif dan adakalanya tidak. Untuk memastikannya adalah hanya dengan tes laboratorium, apakah seseorang memiliki virus Herves Simpleks atau tidak (baik HSV 1 dan atau HSV 2).

Gejala herpes genitalis diantaranya adalah:

  • Gejala herpes genital pada pria akan muncul gelembung kecil sepertu bisul yang kemudian pecah lalu menjadi koreng. Luka tersebut muncul di organ genital dan sekitarnya seperti penis, skortum, paha, anus, pantat, kandung kemih, hingga saluran kencing.
  • Gejala herpes genital pada wanita akan muncul bentuk luka sama seperti pada pria. Pada wanita juga menyerang organ genital dan sekitarnya seperti vagina, pantat, paha, anus, hingga servics (leher rahim).

Penyakit herpes pada ibu hamil sangat berpengaruh sekali terhadap janin. Ada beberapa cara aman melahirkan. Ibu hamil yang terinfeksi virus herpes pada minggu-minggu awal bisa mengalami keguguran. Pun misalkan tidak sampai terjadi keguguran dan bayi bisa diselamatkan, umumnya tetap berbahaya bagi janin karena infeksi virus herpes dapat menyebabkan cacat sistem syaraf dan penglihatan.

Jika ibu terinfeksi HSV-2 di bulan-bulan akhir kehamilan, meski janin diketahui sehat, baiknya hindari melahirkan secara normal. Sebagaimana dijelaskan bahwa HSV-2 menyerang organ genital. Saat bayi lahir secara normal, kulit bayi bersinggungan dengan kulit vagina ibu sehingga beresiko tertular herpes.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melahirkan dengan operasi sesar sehingga bayi tidak perlu bersentuhan dengan organ genital ibu yang sudah terinfeksi. Cara ini sudah umum dilakukan di negara-negara maju. Jadi jika terlanjur terinfeksi herpes, operasi sesar bisa menjadi salah satu pilihan terbaik untuk melahirkan.

Demikian artikel mengenai penyakit herpes pada ibu hamil. Semoga bermanfaat untuk kita semua.