Penyakit Herpes Simplex

Posted by on October 23, 2013 in Info Herpes Genitalis | 0 comments

Penyakit Herpes Simplex

Salah satu penyakit kelamin yang sangat menular adalah penyakit herpes simplex. Penyakit ini sering ditularkan melalui hubungan badan dengan cara yang tidak aman. Menggunakan kondom merupakan salah satu pencegahannya, selain itu setia kepada pasangan menjadi pencegahan yang paling ampuh.

Herpes simplex adalah penyakit yang disebabkan oleh virus herpes simplex 1 (HSV-1) dan virus herpes simplex 2 (HSV-2). Infeksi kedua jenis herpes virus ini berbeda satu sama lain melihat tempat infeksi HSV 1 dan HSV 2 berbeda. Penyakit herpes simplex yang paling umum dan banyak orang yang terdiagnosis sejak masa kecil disebabkan oleh Virus penyakit herpes simplex tipe 1 (HSV-1), biasanya terkain dengan infeksi pada bibir, mulut, wajah. Virus herpes simplex tipe 1 ini sering menyebabkan luka (lesi) di dalam mulut, seperti luka dingin (lepuh demam), atau infeksi mata (terutama konjungtiva dan kornea). Hal ini juga dapat menyebabkan infeksi pada selaput otak (meningoencephalitis). Virus herpes simplex ditularkan melalui kontak dengan air liur yang terinfeksi. Pada orang dewasa 30 – 90% akan memiliki antibodi terhadap virus penyakit herpes simplex 1. Kemungkinan infeksi masa kanak-kanak lebih tinggi di antara mereka yang dengan status sosial ekonomi rendah. Pada virus penyakit herpes simplex 2 (HSV-2) biasanya menular seksual. Gejalanya termasuk ulkus kelamin atau luka. Namun, beberapa orang dengan HSV-2 tidak memiliki gejala.

Penyakit herpes simplex dapat menginfeksi dan menyebabkan kelainan janin. Seorang ibu yang terinfeksi penyakit herpes simplex dapat menularkan virus kepada bayinya pada saat melahirkan, terutama jika ibu memiliki infeksi aktif pada saat hamil. Namun, 60 sampai 80% dari infeksi penyakit herpes simplex diperoleh bayi baru lahir terjadi pada wanita yang tidak memiliki gejala infeksi HSV atau riwayat infeksi herpes genital. Dua pertiga orang dengan infeksi herpes simplex genital kambuh dengan beberapa gejala dan sepertiga memiliki tiga atau lebih recurrences (wabah) tiap tahun.

Virus herpes simplex jika sudah menginfeksi seseorang tidak akan pernah hilang dari tubuh, namun tetap aktif dan ketika telah pasif dapat aktif kembali kemudian menyebabkan berbagai gejala. Karena itu pengobatan terhadap penyakit herpes simplex ini sangat diperlukan.

Gejala Herpes Simplex

Herpes simplex yang sudah mengjangkiti seseorang akan ditandai dengan adanya kesemutan, rasa tidak nyaman atau rasa gatal yang dirasakan beberapa jam sampai 2-3 hari sebelum timbulnya lepuhan. Lepuhan yang dikelilingi oleh daerah kemerahan dapat muncul dimana saja pada kulit atau selaput lendir, tetapi paling sering ditemukan di dalam dan disekitar mulut, bibir dan alat kelamin. Lepuhan (yang bisa saja terasa nyeri) cenderung membentuk kelompok, yang bergabung satu sama lain membentuk sebuah kumpulan yang lebih besar.

Selain itu gejala herpes simplex lainnya bisa berupa lecet atau borok (paling sering terdapat di bibir mulut, gusi, dan alat kelamin), pembesaran kelenjar getah bening di leher atau selangkangan (biasanya hanya pada saat infeksi awal), demam lepuh (terutama pada episode pertama), lesi genital (mungkin akan ada sensasi terbakar atau kesemutan) dan lain-lain.

Virus Herpes Simplex dan virus HIV

Virus herpes simplex tidak termasuk infeksi yang mendefinisikan bahwa seseorang terjangkit penyakit AIDS. Namun orang yang terinfeksi HIV dan virus herpes simplex secara bersamaan lebih mungkin mengalami jangkitan herpes lebih sering. Jangkitan ini dapat lebih berat dan bertahan lebih lama dibandingkan dengan orang tidak terinfeksi HIV.

Luka yang diakibatkan oleh herpes simplex menyediakan jalur yang dimanfaatkan virus HIV untuk melewati pertahanan kekebalan tubuh, sehingga menjadi lebih mudah terinfeksi HIV. Sebuah penelitian baru menemukan risiko orang yang terinfeksi virus herpes simplex dan tertular HIV adalah tiga kali lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak terinfeksi virus herpes simplex. Sebuah penelitian lain menemukan bahwa mengobati penyakit herpes simplex dapat mengakibatkan penurunan yang bermakna pada viral load HIV. Namun penelitian lain menemukan bahwa mengobati penyakit herpes simplex tidak mencegah infeksi HIV baru.

Orang yang terinfeksi virus HIV dan virus herpes simplex secara bersamaan, sebaiknya sangat hati-hati waktu ada jangkitan virus herpes simplex. Pada saat terjangkit virus herpes simplex, viral load HIV-nya biasanya meningkat, yang meningkatkan risiko penularan HIV-nya pada orang lain. Dari sisi lain, mengobati penyakit herpes simplex pada orang dengan infeksi HIV dan HSV bersamaan dapat mengurangi viral load HIV. Pengobatan ini juga dapat mengurangi risiko menyebarkan HIV pada orang lain.

Penularan Herpes Simplex

Penularan herpes simplex terjadi melalui kontak langsung dengan kulit yang melempuh atau melalui cairan yang keluar dari  kulit yang melepuh atau melalui kontak seksual pada orang dewasa. HSV 1 juga bisa ditularkan melalui kontak sosial pada masa anak-anak. Prevelansi HSV 2 lebih tinggi pada kelompok HIV positif dan mereka yang melakukan hubungan seks tanpa kondom. Penularan dapat terjadi walaupun tidak ada luka HSV yang terbuka. Sebenarnya sebagian besar orang dengan HSV tidak mengetahui dirinya terinfeksi dan tidak sadar bahwa mereka dapat menyebarkannya. Justru, di negara maju seperti AS, hanya sekitar 9% orang dengan HSV-2 mengetahui dirinya terinfeksi. Berarti masih orang yang terinfeksi virus herpes simplex dan tidak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi.

Pencegahan Penyakit Herpes SimplexGambar Penyakit Herpes Simpleks

Sebetulnya penyebaran virus herpes simplex sangat sulit dicegah. Hal ini dikarenakan kebanyakan orang telah terinfeksi virus herpes simplex tidak tahu dirinya terinfeksi dan dapat menularkannya. Orang yang tahu dirinya terinfeksi virus herpes simplex pun mungkin tidak mengetahui bahwa mereka dapat menularkan infeksi walaupun mereka tidak mempunyai luka herpes yang terbuka.

Angka penularan penyakit herpes simplex dapat dikurangi dengan penggunaan kondom. Namun kondom tidak dapat mencegah semua penularan. Infeksi penyakit herpes simplex dapat menular dan ditulari dari daerah kelamin yang agak luas – lebih luas daripada yang ditutup oleh celana dalam – dan juga di daerah mulut. Para peneliti sekarang mencari vaksin untuk mencegah HSV. Satu calon vaksin menunjukkan hasil yang baik terhadap HSV-2 pada perempuan, tetapi tidak pada laki-laki. Belum ada vaksin yang disetujui untuk mencegah infeksi HSV, tetapi penelitian terhadap vaksin untuk HSV berlanjut terus.

Herpes simpleks adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan herpes kelamin atau luka demam di sekitar mulut. Kebanyakan orang yang terinfeksi HSV tidak mengetahui dirinya terinfeksi. HSV mudah menular dari orang ke orang waktu hubungan seks atau hubungan langsung yang lain dengan daerah infeksi HSV. Herpes simplex dapat menular walaupun luka terbuka tidak terlihat.

Sekali kita terinfeksi, kita tetap terinfeksi untuk seumur hidup. Orang dengan herpes simplex sekali-kali dapat mengalami jangkitan kulit melepuh yang sakit. Setelah setiap jangkitan selesai, untuk sementara infeksi menjadi laten atau tidak aktif. Orang dengan virus HIV mengalami jangkitan HSV yang lebih sering dan lebih berat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *