Jika Penyakit Herpes Genitalis, Sifilis dan HIV Bersatu

Posted by on May 21, 2014 in Info Herpes Genitalis | 0 comments

Jika Penyakit Herpes Genitalis, Sifilis dan HIV Bersatu

Hati-hati bagi yang sering gonta ganti pasangan atau melakukan seks tidak aman tanpa alat pelindung. Jika orang dengan penyakit herpes genitalis dan HIV bertemu dalam hubungan intim, penularannya bisa sangat cepat dan makin sulit penyembuhannya.

Jika Penyakit Herpes Genitalis, Sifilis dan HIV BersatuPpenyakit HIV/AIDS adalah penyakit yang bisa ditulari melalui hubungan seksual. Bersamaan dengan itu juga mempengaruhi penularan penyakit infeksi menular seksual (IMS) lainnya seperti herpes genital dan juga sifilis (raja singa).

Penyakit Infeksi menular seksual (IMS) yang gejalanya berupa ulkus (luka) pada genital (alat kelamin) cukup sering ditemukan pada orang yang HIV positif. Namun untuk jumlah angka pastinya di Indonesia belum ada.

Jika seseorang memiliki penyakit herpes genital atau sifilis lalu melakukan hubungan seksual dengan orang yang positif HIV, maka virus HIV akan lebih mudah dan lebih cepat masuk ke dalam tubuh si penderita penyakit kelamin.

Sebaliknya jika seseorang sudah positif HIV lalu kemudian terinfeksi penyakit kelamin maka pengobatannya akan lebih lama dan juga sulit untuk didiagnosis.

Ada 2 penyakit infeksi menular seksual yang sering dijumpai pada penderita HIV positif, yaitu:

Herpes genital

Penyakit herpes genital yang terjadi pada penderita HIV umumnya tidak memiliki gejala yang khas. Namun ukuran ulkus (luka) yang timbul cenderung lebih besar dan juga lebih dalam. Kejadian rekurensi (munculnya) juga cenderung lebih sering yang membuat proses pengobatannya lebih lama dibandingkan dengan orang yang memiliki herpes genital tanpa HIV.

Penyakit ini lebih banyak menular melalui hubungan kontak kulit dengan penderita. Umumnya gejalanya adalah timbul bintil-bintil di bagian luar alat kelamin yang bentuknya memerah dan membengkak. Virus ini juga bisa menulari bagian tubuh lain seperti mulut.

Sifilis (Penyakit raja singa)

Penderita HIV yang memiliki penyakit sifilis atau penderita sifilis saja gejalanya tidak berbeda dan tidak menunjukkan gejala yang khas. Perjalanan penyakit ini lebih lambat dalam arti penyakit ini bisa menetap lama di stadium yang sama, serta hasil serologi bisa tidak sesuai dengan stadiumnya.Namun seringkali seseorang yang mengalami kondisi ini disertai dengan adanya kelainan pada matanya.

Penderita positif HIV yang memiliki sifilis memeriksakan diri ke bagian saraf, mata dan pendengaran. Jika ditemukan tanda bercak-bercak merah di telapak tangan dan kulit yang tidak gatal patut dicurigai sebagai sifilis.

Cara menghindari penyakit herpesGambar Jika Penyakit Herpes Genitalis, Sifilis dan HIV Bersatu

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari infeksi kelamin herpes genital yaitu:

  • Jujur dengan pasangan jika salah satu memiliki infeksi penyakit seksual, hal ini bisa membantu mengurangi penularan melalui kontak seksual.
  • Mencuci tangan setelah menyentuh luka sebelum menyentuh bagian tubuh lain untuk menghindari penyebaran virus.
  • Menggunakan kondom baik untuk laki-laki atau perempuan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa virus herpes genital tidak dapat melewati kondom latex jika digunakan dengan benar. Praktik ini cukup bisa mengurangi risiko penularan.
  • Setia pada satu pasangan (monogami) dan melakukan praktik seks yang aman setiap kali berhubungan tanpa ada pengecualian. Mengurangi gesekan dan juga mencegah timbulnya luka kecil di vagina atau penis yang berpotensi masuknya virus ke tubuh.

Jangan melakukan seks oral jika sedang flu atau diketahui memiliki HSV 1 di dalam mulut, karena ini bisa menjadi penyebar virus ke alat kelamin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *